Rabu, 20 Oktober 2010

Gambar Teknik Dasar

BAGIAN 1

PENDAHULUAN

Gambar teknik adalah penyajian fisik dari suatu objek dalam bentuk grafis yang digunakan secara international dan biasanya menyatakan sesuatu lebih jelas dari kata-kata, sebab setiap garis gambar dan simbol mempunyai fungsi dan pengertian tertentu.

Gambar teknik umumnya dipergunakan dalam perencanaan arsitektur, sipil, mekanikal, elektrikal dan lain-lain yang diikuti dengan beberapa persyaratan, antara lain :

a. Kelengkapan sampai detail
b. Kebenaran
c. Presisi yang akurat

Dalam ruang lingkup industri konstruksi, gambar teknik merupakan salah satu media komunikasi antara perencana, pemilik pekerjaan dan kontraktor yang akan melaksanakan keinginan pemilik. Sesuai fungsinya, gambar teknik beserta kelengkapannya harus mudah dan cepat dapat dimengerti oleh orang lain, meskipun hanya berbentuk grafis.

Materi gambar teknik ini dimaksudkan untuk lebih diprioritaskan pada pengembangkan kemampuan, baik untuk membuat, membaca maupun menterjemahkan gambar. Untuk itu diberikan petunjuk-petunjuk secara bertahap mengenai :

a. Perlengkapan gambar
b. Elemen gambar
c. Gambar proyeksi dan perspektif
c. Gambar rencana

Sebagai penutup, akan diberikan latihan membuat gambar secara lengkap mencakup notasi, dimensi dan simbol serta contoh-contoh gambar perencanaan.





















BAGIAN 2

PERLENGKAPAN GAMBAR

2. 1. PERALATAN GAMBAR
Untuk mendapatkan hasil penggambaran yang baik, semua alat gambar yang dipakai harus dalam keadaan baik dan bersih.
Peralatan gambar terdiri dari :
a. Meja gambar, mesin gambar
b. Penggaris set segi tiga (450 / 300 – 600)
c. Pensil
Kekerasan dari pensil diperlihatkan dengan angka dan huruf,
5H 3H 2H H F HB B 2B 3B
H = Hard (keras) F = Fixed (normal) B = Black (hitam)
d. Jangka



2. 2. UKURAN KERTAS
Standar ukuran kertas gambar digunakan di beberapa Negara dengan seri A. Ukuran dasar kertas gambar memiliki luas 1 m2 dengan ketentuan sebagai berikut,
X . Y = 1 m2 ………………………………. ……. ( 1 ) X = sisi lebar
Y = sisi panjang
Perbandingan antara dua ukuran sisi tersebut adalah :
X : Y = 1 : √ 2 …………………………………….( 2 )
Dari penggabungan antara persamaan ( 1 ) dan ( 2 ) diperoleh pemecahan ukuran
X = 0,841 m Y = 1,189 m Ukuran ini dikenal sebagai Ao ( A nol )



Ukuran standar kertas gambar diatas adalah sebagai berikut,

Ao = 841 x 1189 ( mm ) A1 = 594 x 841 ( mm )

A2 = 420 x 594 ( mm ) A3 = 297 x 420 ( mm )

A4 = 210 x 297 ( mm ) A5 = 148 x 210 ( mm )



2. 3. GARIS TEPI
Garis tepi berfungsi sebagai pembatas antara tepi kertas dengan tepi bidang gambar. Untuk semua ukuran kertas, garis tepi sebelah kiri ditentukan 20 mm, sedangkan pada sisi yang lain tergantung pada ukuran kertas gambar.




Garis tepi kertas,

A0, A1 - garis tepi sebelah kanan, atas, dan bawah = 15 mm

A2, A3, A4, A5 - garis tepi sebelah kanan, atas, dan bawah = 10 mm



2. 4. KEPALA GAMBAR
Setiap gambar memiliki kapala atau kop gambar. Letak kepala atau kop gambar bervariasi karena tidak ada acuan yang baku. Dari berbagai sumber, baik dari literatur-literatur maupun dari gambar perencanaan oleh konsultan perencana, diperoleh informasi bahwa kop atau kepala gambar dapat ditempatkan dimana saja asal pada tepi kertas gambar diluar area atau bidang gambar, dan materi pada kop atau kepala gambar bervariasi.
a. Kepala gambar pada sudut kanan bawah dari bidang gambar,




b. Kepala gambar di sepanjang sisi kanan dari bidang gambar




c. Kepala gambar di sepanjang sisi bawah dari bidang gambar




Kepala gambar untuk gambar perencanaan berisi identitas proyek, antara lain :

~ Nama Proyek
~ Nama Klien atau Pemilik Proyek
~ Nama, Alamat, Nomor telepon dari Konsultan Perencana
~ Nama dan Tanda tangan Arsitek, Drafter, Pihak yang menyetujui gambar
~ Pihak yang mengetahui dan pihak yang mengesahkan
~ Judul gambar dan Skala gambar
~ Tanggal disetujui
~ Nomor, Kode, dan Jumlah gambar
~ Revisi gambar, dll
Kepala atau kop gambar untuk latihan menggambar disesuaikan dengan standar kertas yang dipakai seperti contoh dibawah ini.








2. 5. HURUF LETTERING
Sebagai pelengkap gambar, pemakaian huruf harus yang benar, konsisten, seragam, dan efektif. Pada prinsipnya pemakaian huruf harus :

1. Mudah dan enak dibaca
2. Mudah dimengerti
3. Jelas dan rapi

Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan ataupun penulisan huruf antara lain :

1. Garis bantu sebagai acuan atau landasan agar diperoleh penulisan huruf yang rata dan rapi.
2. Jenis huruf untuk satu berkas gambar yang sama, dan sebaiknya menggunakan huruf yang sederhana.
3. Huruf dibuat cukup tebal dan jelas.
4. Penggunaan sablon huruf yang tepat, sehingga garis huruf akan terlihat tegak dan lurus.
5. Spasi dan kemiringan huruf harus seragam.

Contoh :
~ Spasi yang seragam, huruf tegak
TEKNIK SIPIL POLINES

~ Huruf dengan kemiringan yang sama
TEKNIK SIPIL POLINES
600 900 3600 300

6. Ukuran dan ketinggian huruf menyesuaikan kondisi gambar agar tidak terlalu gemuk ataupun terlalu kurus

BAGIAN 3

GAMBAR DASAR

3. 1. GARIS DENGAN GEOMETRI

a. MENGGAMBAR GARIS SEJAJAR
Membuat garis sejajar terhadap garis AB melalui titik yang diketahui (titik P) dengan memakai jangka.



~ Gambar sebuah busur yang mempunyai jari-jari AP dengan pusat di B
~ Gambar sebuah husur yang memiliki jari-jari AB dengan pusat di P sehingga dua busur akan berpotongan di titik 3
~ Hubungkan titik 3 dengan titik P, maka garis 3P adalah sebuah garis sejajar dengan garis AB




b. MENGGAMBAR GARIS TEGAK LURUS
Membuat garis tegak lurus terhadap garis A – B melalui titik yang diketahui (titik P) dengan memakai jangka.


~ Gambar sebuah busur dengan pusat titik P yang memotong garis AB di titik 1 dan titik 2
~ Dengan jari-jari yang sama, gambar busur dengan pusat di 1 dan 2, dan kedua busur tersebut akan berpotongan di titik 3.
~ Hubungkan titik 3 dengan titik P, maka garis P – 3 akan tegak lurus dengan garis AB


c. MEMBAGI GARIS MENJADI BEBERAPA BAGIAN SAMA BESAR
Membagi sebuah garis AB menjadi beberapa bagian sama besar dengan menggunakan garis bantu (contah, garis dibagi menjadi 7 bagian).
~ Gambar sebuah garis bantu dari titik A dengan panjang 7 cm kemudian diukur dan diberi notasi tiap jarak 1 cm (titik 1, titik 2, titik 3, titik 4, titik 5, titik 6, dan titik 7).
~ Titik 7 dihubungkan dengan titik B menjadi garis B7, dan gambar garis sejajar B7 memotong garis AB melalui titik 1, titik 2, titik 3, titik 4, titik 5, dan titik 6. Maka garis AB akan terbagi menjadi 7 bagian sama besar.




d. MEMBAGI SUDUT MENJADI DUA SAMA BESAR
Membagi sebuah sudut BAC dengan pusat A menjadi dua bagian sama besar dengan memakai jangka.



~ Gambar sebuah busur yang memotong garis gambar dua busur dengan pusat titik A dan titik B dan kedua busur akan berpotongan di titik 1 dan titik 2.
~ Hubungkan titik 1 dengan titik 2 menjadi garis sehingga akan memotong garis AB di titik 3.
~ A3 sama dengan B3, maka garis AB terbagi menjadi dua sama besar.
e. MENGGAMBAR BUSUR MENYINGGUNG DUA GARIS TEGAK LURUS
~ Diketahui dua garis saling tegak lurus di titik A. Dari titik A, gambar busur dengan jari-jari R memotong dua garis dan diberi notasi titik 1 dan titik 2.
~ Dari titik 1 dan titik 2, gambar busur dengan jari-jari R yang berpotongan di titik 3.
~ Dari titik 3, gambar busur dengan jari-jari R yang menghubungkan 2 garis. Saling tegak lurus.




f. MENGGAMBAR BUSUR MENYINGGUNG SISI-SISI SUDUT LANCIP
~ Gambar busur dari titik 1 dan titik 2 dengan jari-jari R.
~ Gambar garis-garis lurus sejajar A1 dan A2 menyinggung masing-masing busur dan akan berpotongan di titik 3
~ Dengan jari-jari yang sama, gambar busur dari titik 1 dan titik 2 yang akan berpotongan di titik 3.
~ Dari titik 3, gambar busur dengan jari-jari R yang menghubungkan kedua sisi dari segitiga tersebut.




g. MENGGAMBAR BUSUR MENYINGGUNG SISI-SISI SUDUT TUMPUL
langkah untuk menggambar busur yang menyinggung sisi-sisi segitiga tumpul sama dengan langkah untuk menggambar busur yang menyinggung sisi-sisi segitiga lancip, dan nilai jari-jari yang dipakai harus sama.


h. MENGGAMBAR BUSUR MENYINGGUNG LINGKARAN DAN GARIS LURUS
~ Diketahui jari-jari R, sebuah lingkaran (jari-jari R1), dan sebuah garis lurus AB yang berada dibawah lingkaran dengan jarak R
~ Gambar busur dengan jari-jari R1 dari garis AB (titik 1) dan gambar sebuah garis sejajar garis AB.
~ Dengan jari-jari R + R1, gambar busur dari pusat lingkaran hingga berpotongan dengan garis sejajar AB di titik 2.
~ Gambar busur dengan jari-jari R menyinggung lingkaran dan garis AB




i. MENGGAMBAR BUSUR MENYINGGUNG DUA BUAH LINGKARAN
~ Diketahui jari-jari R, lingkaran A (jari-jari RA), dan lingkaran B (jari-jari RB).
~ Gambar busur dengan jari-jari R + RA dari titik pusat A serta busur dengan jari-jari R + RB dari titik pusat B, dan kedua busur akan berpotongan di titik 1
~ Dengan titik pusat 1, gambar busur dengan jari-jari R yang menyinggung lingkaran A dan lingkaran B..



3. 2. SEGI BANYAK (POLIGON)

a. MENGGAMBAR SEGI TIGA BERATURAN
~ Diketahui garis lurus AB
~ Gambar busur dengan jari-jari AB melalui titik A dan titik B sehingga kedua busur akan berpotongan di titik O.
~ Gambar garis lurus AO dan garis lurus BO, maka akan terbentuk segitiga yang beraturan (segitiga sama sisi)




b. MENGGAMBAR SEGI EMPAT BERATURAN
~ Diketahui garis lurus AB
~ Gambar busur dengan jari-jari RBA melalui titik B
~ Gambar garis ldiagonal 45O dari titik A yang akan berpotongan dengan busur di titik 2.
~ Ukurkan panjang B2 ke titik A, sehingga B2 sama dengan A1.
~ Hubungkan titik-titik tersebut, maka akan terbentuk segi empat beraturan.




c. MENGGAMBAR SEGI LIMA BERATURAN
~ Diketahui lingkaran dengan titik pusat O serta garis tengah AB dan CD.
~ Gambar busur dengan titik pusat B dan jari-jari BO memotong lingkaran di titik 1 dan titik 2. Garis 1 - 2 akan memotong garis OB di titik 3
~ Gambar busur lingkaran dengan pusat titik 3 dan jari-jari 3C memotong garis AB dititk 4
~ Garis C4 merupakan panjang sisi segi lima beraturan



d. MENGGAMBAR SEGI ENAM BERATURAN
~ Diketahui sebuah lingkaran dengan titik pusat O, garis tengah AB dan garis tengah CD
~ Gambar busur dengan pusat titik C dan titik D serta jari-jari lingkaran CO dan DO hingga memotong lingkaran di titik 1, titik 2, titik 3, dan titik 4
~ Hubungan dari beberapa titik diatas akan terbentuk segi enam beraturan.






e. MENGGAMBAR SEGI TUJUH BERATURAN
~ Diketahui sebuah lingkaran dengan titik pusat O, garis tengah AB dan garis tengah CD
~ Garis tengah AB kekiri atau kekanan, dan garis tengah CD diperpanjang keatas atau kebawah (pilih salah satu).
~ Garis tengah AB dibagi menjadi tujuh bagian sama panjang dengan membuat garis bantu dari titik A dengan panjang tertentu (misalnya 7 cm).
~ Gambar garis B7 dengan menghubungkan titik B dengan titik 7 (titik ujung garis bantu).
~ Gambar garis-garis sejajar B7 melalui titik 1, titik 2, titik 3, titik 4, titik 5, dan titik 6, yang membagi garis AB menjadi 7 bagian sama panjang.
~ Dengan titik pusat A dan titik C serta jari-jari A1, gambar busur lingkaran memotong garis perpanjangan AB di titik E dan memotong garis perpanjangan CD di titik F, maka diperoleh garis lurus EF
~ Garis lurus EF memotong lingkaran di dua titik, titik perpotongan yang terdekat dengan titik A adalah titik 8, dan hubungkan titik 3 dengan titik 8
~ Garis 3 – 8 merupakan panjang sisi segi tujuh beraturan.




e. MENGGAMBAR SEGI TUJUH, SEMBILAN, DAN SEBELAS BERATURAN
~ Diketahui garis lurus AB yang merupakan salah satu sisi segi banyak.
~ Gambar busur dengan jari-jari AB dengan titik pusat titik A dan titik B dan kedua busur berpotongan di titik O dan P (tidak tampak). Dari kedua titik tersebut dibuat garis lurus hingga memotong garis AB.
~ Gambar garis OB dan dibagi menjadi enam bagian sama panjang dengan membuat garis bantu dari titik O dengan panjang tertentu (misalnya 6 cm), dan titik hasil bagi diberi notasi titik 1, titik 2, titik 3, titik 4, dan titik 5.
~ Gambar busur di titik O dengan jari-jari O1 hingga memotong garis tegak lurus AB di titik 7.
~ Gambar lingkaran dengan pusat titik 7 dan jari-jari B7. Lingkaran tesebut merupakan batas segi tujuh beraturan dengan panjang sisi garis AB.
~ Titik hasil pengukuran sisi-sisi dihubungkan (titik A, B, C, D, E, F, G, kembali ke titik A), maka akan terbentuk segi tujuh beraturan
~ Gambar busur di titik O dengan jari-jari O3 hingga memotong garis tegak lurus AB di titik 9.
~ Gambar lingkaran dengan pusat titik 9 dan jari-jari B9. Lingkaran tesebut merupakan batas segi sembilan beraturan dengan panjang sisi garis AB.


3. 3. PROYEKSI ORTHOGRAFIS
Orthografis berasal dari kata-kata Yunani : Orthos, berarti lurus, atau tegak lurus, dan graphikus, yang berarti menulis atau menggambar dengan garis.
Ciri proyeksi orthografis :
Semua garis proyeksi sejajar terhadap satu sama lain dan tegak lurus terhadap bidang pada saat benda tersebut diproyeksikan

Metode proyeksi orthografis digambarkan pada perbedaan objek gambar berupa tampak depan, tampak samping, dan tampak atas disusun secara sistimatis pada kertas gambar untuk memberikan informasi yang penting.

Gambar proyeksi orthografis dapat dilakukan pada sistim kuadran yaitu : Proyeksi Kuadran Pertama (First Angle Projection) dan Proyeksi Kuadran Ketiga (Third Angle Projection). Proyeksi kuadran pertama banyak digunakan di beberapa negara Eropa dan Asia, sehingga disebut dengan proyeksi metoda Eropa. Sedangkan proyeksi kuadran ketiga digunakan di Amerika dan Canada, disebut proyeksi metoda Amerika.




Proyeksi Kuadran Pertama (First Angle Projection) memiliki aturan bahwa semua pandangan diproyeksikan pada bidang dibelakang benda.
Terdapat tiga pandangan utama pada proyeksi orthografis kuadran I, yaitu :
~ Tampak Depan (A), memiliki lebar dan tinggi dari dimensi benda
~ Tampak Samping (B), memiliki tinggi dan tebal dari dimensi benda
~ Tampak Atas (C), memiliki lebar dan tebal dari dimensi benda

Pandangan tambahan pada proyeksi orthografis kuadran I antara lain :
~ Tampak Samping kanan
~ Tampak Bawah
~ Tampak Belakang.



Prinsip pandangan pada proyeksi kuadran pertama (First Angle Projection) terletak pada tiga tampak utama, yaitu :




Tiga tampak utama tersebut akan memberikan informasi yang jelas mengenai kondisi sebuah benda. Dalam hal-hal lain yang lebih rumit, kadang masih dibutuhkan tampak tambahan untuk melengkapi tampak utama.








Soal-soal Gambar Proyeksi Orthografis































































































3. 4. PERSPEKTIF ISOMETRIK
Gambar perspektif isometrik merupakan salah satu media informasi dalam bentuk grafis dan biasanya dapat memberikan informasi yang lebih jelas dari kata-kata tentang sebuah benda.

Gambar perspektif isometrik memiliki pandangan 3 dimensi (tampak depan, tampak samping, tampak atas) seperti yang diperlihatkan pada gambar proyeksi isometrik baik pada tampak utama maupun pada tampak tambahan.

Penggambaran perspektif isometrik dimulai dengan membuat tiga garis sumbu, yaitu : garis sumbu tegak, garis sumbu diagonal 300 dengan garis horizontal kearah kanan dan garis sumbu diagonal 300 dengan garis horizontal kearah kiri.




Tahapan umum cara menggambar perspektif isometrik,

a. langkah I
Menggambar bentuk kotak isometrik tertutup (An enclosing Isometric Box) dengan acuan tiga garis sumbu. Ukuran atau dimensi sesuai gambar tampak orthografis yang telah diketahui misalnya : panjang, lebar, tinggi atau tebal.
Apabila bentuk isometrik yang akan digambar lebih rumit, biasanya gambar kotak dapat dibuat lebih dari satu. Skala menyesuaikan.

b. Langkah II
Menentukan permukaan dari pandangan-pandangan orthografis yang akan digambar.

c. Langkah III
Penyelesaian gambar perspektif isometrik secara menyeluruh dengan dimensi sesuai gambar pandangan orthografis.

d. Langkah IV
Penyelesaian paling akhir berupa kecermatan dalam penggunaan variasi garis dengan tujuan untuk keselarasan dan estetika gambar. Garis tebal digunakan untuk bagian gambar yang terlihat, garis tipis untuk menggambar garis bantu, dan garis putus-putus dipakai untuk menggambar bagian yang tidak tampak.





Penggambaran memakai model kotak pada tahap awal menggambar perspektif merupakan cara yang paling mudah dengan hasil yang lebih cepat. Model kotak ini akan semakin bermanfaat pada saat menggambar benda yang lebih rumit.
Soal-soal Gambar Perspektif isometrik































































































BAGIAN 4

ELEMEN GAMBAR BANGUNAN

4. 1. GARIS
Mutu dari garis umumnya ditentukan oleh ketebalan dan kehitamannya. Bentuk maupun ketebalan garis memiliki arti tertentu, dan garis yang paling tipis pada gambar biasanya dipakai untuk garis ukuran dan garis batas ukuran.

Berikut adalah bentuk serta tebal garis yang sering ditemui pada gambar proyek.

a. GARIS KONTINYU TEBAL
Memiliki ketebalan garis 100%, digunakan untuk membentuk garis tepi, garis gambar, dan garis batas.

b. GARIS KONTINYU TIPIS
memiliki ketebalan 50% dari garis tebal, digunakan sebagai gairs bantu, garis penunjuk keterangan dan garis ukuran

c. GARIS PUTUS TITIK
Memiliki ketebalan 30% dari garis tebal, digunakan sebagai garis sumbu, dan garis penunjuk penampang atau potongan.

d. GARIS PUTUS-PUTUS PANJANG
Memiliki ketebalan 50% dari garis tebal, digunakan untuk bagian yang tidak tampak karena letaknya tertutup gambar

e. GARIS PUTUS-PUTUS PENDEK
Memiliki ketebalan 25% dari garis tebal, digunakan untuk gambar rencana perluasan atau rencana pembongkaran



4. 2. SKALA
Penggunaan skala pada gambar dimaksudkan untuk menyajikan perbandingan nyata antara benda nyata dengan benda yang divisualisasikan dalam gambar.

a. SKALA KECIL
1 : 1000 1 : 500 1 : 200 Untuk gambar situasi, site plan, dan block plan
1 : 100 1 : 50 Untuk gambar dinding tampak, potongan dan detail pelat


b. SKALA BESAR
1 : 20 1 : 10 Untuk gambar tampak, potongan balok/kolom, gambar detail
1 : 5 1 : 2 Untuk gambar-gambar detail ukuran besar



4. 3. SIMBOL
Simbol digunakan sebagai identitas dari bahan bangunan. Gambar simbol yang menunjukkan penampang bahan pada konstruksi bangunan sampai saat ini belum ada standar yang baku, sehingga setiap perencana memilih cara tersendiri untuk menentukan simbol terutama pada bahan bangunan yang tergolong baru. Untuk bahan bangunan yang umum dan penting seperti, beton, batu bata, kayu dan sebagainya sudah ada kesamaan dalam pemakaian simbol. Dibawah ini adalah contoh simbol-simbol bahan bangunan pada gambar teknik bangunan.





4. 4. UKURAN
Ukuran merupakan salah satu pelengkap dalam gambar teknik, karena ukuran akan menunjukkan batasan panjang atau lebar dari gambar yang direncanakan.

a. GARIS UKURAN
Adalah garis tipis yang menunjukkan ukuran gambar diatas kertas. Tiap perpotongan dari garis ukuran dan garis proyeksi ditandai dengan sebuah garis tebal miring 450 atau dengan titik tebal (lihat gambar).






b. LETAK GARIS UKURAN
~ Garis ukuran dan garis proyeksi tidak boleh berpotongan dengan garis-garis lain yang tidak terpakai.

~ Semua garis ukuran diletakkan diluar gambar atau tampak, kecuali jika diperlukan untuk memperjelas dan mempermudah pembacaan.







~ Garis ukuran yang panjang diletakkan diluar ukuran-ukuran yang pendek sehingga garis proyeksi tidak memotong garis ukuran.
~ Garis proyeksi digambarkan pada arah tegak lurus dengan benda yang diukur dan garis-garis ukuran harus sejajar dengan garis luar benda.

.

~ Garis-garis pusat atau garis batas tidak boleh digunakan sebagai garis ukuran, tetapi boleh dipakai sebagai garis proyeksi.




c. PENULISAN UKURAN
Penulisan ukuran pada kertas gambar menggunakan ukuran sebenarnya dari benda yang digambar.

~ Umumnya ukuran dituliskan dalam cm panjang dan dalam meter dengan dua desimal untuk ukuran-ukuran lebih dari 1.00 m panjang



~ Gambar harus dapat dibaca dari bawah dan dari samping kanan, letak penulisan ukuran (angka) selalu diatas garis ukuran, baik untuk garis ukuran horisontal, vertikal, maupun diagonal.


~ Ukuran untuk lingkaran dari bagian gambar selalu diberikan dari pusat ke pusat lingkaran Bila lingkaran bentuk tunggal, penulisan dengan simbol Ø






4. 5. ELEVASI
Pada gambar struktur bangunan selalu dicantumkan ketinggian pada pelat lantai, pondasi, kolom, balok, tangga dan lain-lain. Ketinggian umumnya memakai acuan permukaan ± 0,00. Ketinggian digambarkan dengan bentuk anak panah dengan sayap penuh atau sebagian dengan ekor yang diberi penulisan angka berikut tanda plus (+) yang artinya posisi permukaan berada diatas ± 0,00 atau tanda minus (-) yang artinya posisi permukaan berada dibawah ± 0,00.


BAGIAN 5

ELEMEN BANGUNAN

5. 1. PONDASI
Fungsi utama pondasi adalah menahan beban merata dari dinding atau pasangan bata yang disalurkan melalui beton sloof. Pondasi juga berfungsi sebagai elemen penahan tanah dan urugan pasir dibawah lantai.
Anstamping terdiri dari batu kali atau batu belah yang ditata sedemikian rupa tanpa spesi.Pasangan pondasi terdiri dari aanstamping dan pasangan batu belah



5. 2. PASANGAN BATA
Mutu dari garis umumnya ditentukan oleh ketebalan dan kehitamannya. Bentuk maupun ketebalan garis memiliki arti tertentu, dan garis yang paling tipis pada gambar biasanya dipakai untuk garis ukuran dan garis batas ukuran.








5. 3. SAMBUNGAN KAYU
Mutu dari garis umumnya ditentukan oleh ketebalan dan kehitamannya. Bentuk maupun ketebalan garis memiliki arti tertentu, dan garis yang paling tipis pada gambar biasanya dipakai untuk garis ukuran dan garis batas ukuran.




5. 4. BETON BERTULANG
Mutu dari garis umumnya ditentukan oleh ketebalan dan kehitamannya. Bentuk maupun ketebalan garis memiliki arti tertentu, dan garis yang paling tipis pada gambar biasanya dipakai untuk garis ukuran dan garis batas ukuran.















































BAGIAN 5

GAMBAR PERENCANAAN

Gambar perencanaan adalah alat komunikasi antara pemilik pekerjaan, tim perencana dan kontraktor pelaksana. Perencana menterjemahkan keinginan dan keperluan pemilik dalam bentuk gambar, kemudian gambar rencana atas keinginan pemilik tersebut direalisasikan dalam bentuk bangunan oleh kontraktor pelaksana.

Gambar perencanaan merupakan kumpulan beberapa gambar bangunan beserta detail-detailnya yang digunakan sebagai acuan dalam pelelangan dan pelaksanaan konstruksi.

Gambar perencanaan merupakan gambar yang terperinci dari seluruh elemen-elemen struktur, detail, bahan bangunan, ukuran dan keterangan serta memperlihatkan fungsi bangunan dan kelengkapannya.

Gambar perencanaan umumnya terdiri dari :
a. Rencana tapak atau situasi
b. Denah, tampak, potongan.
c. Rencana pondasi dan detail pondasi
d. Rencana kolom, balok, sloof dan penulangan
e. Rencana perletakkan kusen, tipe kusen dan detail kusen.
f. Rencana atap, detail kuda-kuda, rencana plafon dan rangka
h. Rencana lantai
i. Rencana instalasi air bersih
j. Rencana instalasi air kotor
k. Rencana instalasi listrik

Pada tahap pelaksanaan pekerjaan, juga diperlukan gambar-gambar sketsa yang digunakan untuk menerangkan bagaimana suatu detail harus dibuat oleh tukang yang melaksanakan. Gambar sketsa biasanya dipersiapkan dengan free hand atau dengan alat-alat sederhana tetapi harus mudah dimenegerti, bisa berupa gambar dua dimensi ataupun tiga dimensi, lengkap dengan ukuran-ukuran dan keterangannya.


5. 1. PRA RENCANA

Dalam tahap ini pihak yang terlibat adalah pemilik pekerjaan dengan perencana. Atas dasar ide dan keinginan pemilik pekerjaan, perencana merangkum semua ide dan keinginan pemilik untuk diwujudkan dalam bentuk desain awal secara garis besar. Konsultasi terus dilakukan dalam upaya mencapai titik temu tentang desain awal. Hasil kesepakatan atas desain awal diteruskan dengan perencanaan termasuk rencana anggaran biaya.


5. 2. RENCANA TAPAK

Gambar rencana tapak sangat diperlukan sebagai informasi desain terutama untuk proyek-proyek yang cukup besar dan luas.Rencana tapak meliputi :
a. Tata letak bangunan pada tapak atau tanah yang dimiliki
b. Penataan lansekap yang meliputi penataan jalan, taman, area parkir, pedestrian, selasar dan lain-lain.
c. Keadaan tanah, rata atau berbukit, tebing, dan lain-lain.

Untuk kategori bangunan sederhana, rencana tapak tidak terlalu diperlukan, dan biasanya cukup gambar denah bangunan yang dilengkapi dengan penataan lansekap yang disebut dengan Gambar Situasi.



Gambar Situasi



5. 3. DENAH

Gambar denah merupakan garis luar bangunan (outline) serta bagian-bagian yang dapat dilihat dari atas apabila bangunan dipotong ± 1 meter dari lantai.

Gambar denah memberi keterangan-keterangan khusus dari bangunan tersebut yang dapat membedakan dengan keinginan bangunan-bangunan lain.

Informasi penting dari gambar denah antara lain :
a. Jenis, hubungan antar ruang atau yang biasa disebut organisasi ruang
b. Sirkulasi ruang
c. Letak kolom, balok, sloof dan lain-lain lengkap dengan penulangan
d. Letak pintu, jendela, bovenlicht untuk sirkulasi udara dan pencahayaan serta untuk lalu-lintas orang.
e. Letak potongan dan detail-detail konstruksi.
f. Bentuk atau model rencana atap
g. Dimensi antar ruang serta luasan keseluruhan bangunan
h. Posisi ideal tangga terutama untuk bangunan bertingkat.
i. Arah pintu masuk utama atau entrance


Gambar Denah



5. 4. TAMPAK

Gambar tampak adalah bagian dari proyeksi orthografis exterior bangunan yang diproyeksikan dari gambar denah. Gambar tampak umumnya dilihat dari arah tegak lurus denah bangunan. misalnya tampak depan, tampak samping kiri atau samping kanan, tampak belakang, dan tampak atas.

Tampak utama atau tampak tambahan apabila digambar secara perspektif isometrik akan membentuk suatu gambar bangunan utuh termasuk exteriornya.

Informasi penting dari gambar tampak antara lain :
a. Tinggi dinding bangunan, dimensi ruang dan tinggi langit-langit atau plafon.
b. Bentuk, jenis, model dan detail serta dimensi bukaan-bukaan
c. Kemiringan atap
d. Bentuk atau model atap
e. Tinggi kolom, balok dan elemen struktur lain
f. Ukuran dan jenis material yang dipergunakan



Gambar Tampak Depan





Gambar Tampak Samping
5. 5. POTONGAN

Gambar potongan pada prinsipnya hampir sama dengan gambar tampak. Perbedaannya, gambar tampak objeknya pada ruang luar (exterior), sedangkan gambar potongan tampak objeknya pada ruang dalam (interior) dari bagian yang terpotong dan objeknya mengikuti arah garis potongan.

Pada dokumen perencanaan, gambar potongan umumnya terdiri dari dua gambar, yaitu potongan melintang dan potongan memanjang. Melalui informasi dari gambar denah, gambar tampak dan gambar potongan, sebenarnya sudah dapat disimpulkan bentuk fisik objek yang didesain, karena gambar potongan tersebut memiliki informasi penting terutama bagian-bagian yang dibutuhkan sebagai pedoman pelaksanaan pekerjaan.

Gambar potongan memiliki beberapa informasi penting, antara lain :
a. Struktur yang digunakan untuk kontruksi bangunan yang direncanakan, misalnya jenis dan kontruksi pondasi, jenis lantai, dinding, atap, penutup atap dan lain-lain.
b. Dimensi dinding, struktur dan kontruksi.
c. Elevasi atau ketinggian dinding, ketinggian langit-langit, rangka langit-langit, serta jenis dan dimensi bahan yang dipakai.
d. Dimensi dan jenis bukaan-bukaan (pintu dan jendela), serta komponennya
e. Bagian-bagian yang memerlukan penyelesaian detail khusus.



Gambar Potongan A – A


Gambar Potongan B - B





5. 6. RENCANA PONDASI

Gambar rencana pondasi merupakan tampak atas dari bagian struktur paling bawah bagian fisik objek. Bagian yang terlihat adalah pondasi pasangan batu belah, sloof, kolom, dan rollag bata untuk teras.

Gambar rencana pondasi memiliki informasi antara lain :
a. Dimensi sloof (panjang, lebar dan tinggi) serta panjang sloof kopel
b. Bentuk dan panjang pasangan batu belah dan anstamping.
c. Letak kolom dan jumlah kolom pada sudut pasangan bata.
d. Letak garis potongan untuk penggambaran detail pondasi
e. Dimensi pondasi telapak atau footplat (untuk bangunan bertingkat)



Gambar Rencana Pondasi


Untuk desain objek yang besar dan kompleks, gambar rencana pondasi biasanya dilengkapi dengan gambar detail pondasi dari beberapa letak titik yang dipotong sebagai bagian yang perlu penjelasan secara detail. Hal ini untuk mengantisipasi kesalahan dalam menterjemahkan gambar sehingga dapat memperkecil resiko dalam pelaksanaan pekerjaan dilapangan.













5. 7. PENULANGAN

Gambar penulangan memiliki informasi berupa dimensi beton sloof, ringbalk, kolom dan balok. Gambar penulangan dilengkapi dengan gambar detail yang menjelaskan tentang penggunaan diameter tulangan dan ketebalan selimut beton.



Gambar Rencana Sloof




Gambar Detail Penulangan
5. 8. RENCANA ATAP

Gambar rencana atap memperlihatkan bagian konstruksi atap yang dilihat dari atas dalam kondisi tanpa penutup atap. Bagian konstruksi tersebut berupa balok-balok yang memiliki nama atau keterangan tersendiri. Konstruksi atap ditopang oleh kuda-kuda, baik kuda-kuda kayu maupun dari beton.

Alternatif lain untuk menopang konstruksi atap adalah gunungan, yaitu berupa pasangan batu bata yang membentuk segitiga dengan kemiringan sesuai yang direncanakan.

Gambar rencana atap memiliki beberapa informasi penting, antara lain :
a. Jenis dan jumlah struktur yang digunakan untuk menopang konstruksi atap, misalnya kuda-kuda dari kayu, beton, baja, alumunium, atau gunungan bata.
b. Dimensi bahan atap, misalnya gording 6/12, usuk 5/7, dan lain-lain.
c. Jarak pemasangan dan jumlah bahan atap.
c. jenis penutup atap.
d. Letak dan jumlah konsul untuk teras
e. Panjang teras
e. Lebar dan panjang tritisan.
f. Letak dan dimensi talang



Gambar Rencana Atap
Gambar rencana atap biasanya dilengkapi dengan gambar kuda-kuda berikut detailnya. Detail hubungan maupun sambungan balok pada kuda-kuda kayu digambar untuk memenuhi aturan konstruksi kayu.



5. 9. RENCANA LANGIT-LANGIT

Gambar rencana langit-langit memperlihatkan jenis, jumlah penutup langit-langit, pemakaian bahan langit-langit tiap ruang dan sebagian gambar letak rangka.

Rangka langit-langit biasanya menggunakan kayu 5/7 dan tiap jarak 2 meter harus dipasang balok induk 6/12. Balok induk berfungsi sebagai penguat rangka-rangka arah horisontal. Sedangkan penguat arah vertikal, pada rangka langit-langit dipasang penggantung yang dikaitkan dengan rangka atap.

Gambar rencana langit-langit memiliki beberapa informasi penting, antara lain :
a. Jenis penutup langit-langit.
b. Dimensi rangka langit-langit
c. Jumlah penutup atap tiap ruang maupun keseluruhan.
d. Detail pertemuan rangka dengan balok induk.



Gambar Rencana Langit-langit
5.10. DENAH KUSEN

Gambar rencana kusen memperlihatkan letak kusen secara keseluruhan, baik kusen pintu, kusen jendela, dan kusen gendong (kombinasi pintu dan jendela). Untuk membedakan kusen-kusen tersebut, gambar kusen diberi identitas tertentu, misalnya kusen tipe P1, P2, PJ1, J1, J2 dan sebagainya.

Tipe kusen digambar secara utuh, dilihat dari depan dan dilengkapi dengan dimensi (lebar dan tinggi) kusen serta keterangan yang diperlukan. Untuk kondisi tertentu pada sambungan kusen, biasanya dijelaskan dalam bentuk gambar detail

Gambar denah, tipe kusen dan detail kusen memiliki beberapa informasi penting, antara lain :
a. Letak kusen.
b. Tipe dan jumlah kusen
c. Bentuk dan dimensi kusen, misalnya : lebar pintu, lebar jendela, pintu dengan jendela dan bovenlicht.
d. Detail pertemuan balok-balok kusen.
e. Detail dalam bentuk tiga dimensi
f. Penggunaan bahan kusen, misalnya kayu 6/12 atau 5/15 atau alumunium.



Gambar Denah Kusen









































5.11. RENCANA SANITASI

Gambar rencana sanitasi memiliki beberapa informasi penting, antara lain :
a. Arah saluran dan perpipaan untuk air bersih dan air kotor.
b. Jenis bahan dan diameter untuk saluran instalasi
c. Asesoris untuk instalasi perpipaan, misalnya shocket, tee, dan lain-lain
d. Detail pertemuan sambungan pipa.
e. Dimensi saptictank dan resapan
f. Arah pembuangan akhir air kotor maupun air hujan.
g.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar